Wilujeng Sumping

Delete this widget from your Dashboard and add your own words. This is just an example!

Tifunk

Bovenk

Translator

Kata Kerja (English)

Jumat, 28 Oktober 2011

The Regular Verbs

Kata Kerja Beraturan

V1

V2

V3

Meaning

abash

abashed

abshed

memalukan

abdicate

abdicated

abdicated

turun tahta

abolish

abolished

abolished

menghapuskan

accelerate

accelerated

accelerated

mempercepat

accompany

accompanied

accompanied

menemani

admit

admitted

admitted

mangaku(i)

agitate

agitated

agitated

menghasut

amplify

amplified

amplified

memperkuat (suara)

analyze

analyzed

analyzed

menganalisis

appear

appeared

appeared

muncul, nampak

arrange

arranged

arranged

menyusun, mengatur

ban

banned

banned

melarang

bandage

bandaged

bandaged

membalut

banish

banished

banished

membuang

beg

begged

begged

meminta

believe

believed

believed

mengemis percaya

betray

betrayed

betrayed

menghkhianati

blast

blasted

blasted

menhancurkan, membunyikan

block

blocked

blocked

merintangi

boycott

boycotted

boycotted

memboikot

carriy

carried

carried

membawa

damage

damaged

damaged

merusakkan

debate

debated

debated

memperdebatkan

defend

defended

defended

mempertahankan

deliver

delivered

delivered

menyerahkan, mengirimkan

empty

emptied

emptied

mengosongkan

frolic

frolicked

frolicked

bermain-main

grumble

grumbled

grumbled

menggerutu

help

helped

helped

membantu

instruct

instructed

instructed

mengajar

jump

jumped

jumped

meloncat

The Irregular Verbs

Kata Kerja Tak Beraturan

V1

V2

V3

Meaning

arise

arose

arisen

terbit

awake

awoke

awaked, awoke

bangun

backbite

backbitten

backbitten

mengumpat

beat

beat

beaten

memukul

become

became

become

menjadi

befall

befell

befalleen

menimpa

choose

chose

chosen

memilih

cleave

clove, cleft

cloven, cleft

membelah

cling

clung

clung

melekat

deal

dealt

dealt

membagi, berdagang

dig

dug, digged

dug, digged

menggali

dream

dreamed

dreamd, dreamt

bermimpi

dwell

dwelt

dwelt

merenungkat, bertempat tinggal

eat

ate

eaten

makan

feed

fed

fed

memberi makan

fight

fought

fought

berkelahi

flee

fled

fled

melarikan diri

forger

forgot

forgotten

melupakan

forgive

forgave

forgiven

memaafkan, mengampuni

freeze

froze

frozen

membekukan

give

gave

given

memberi, menyerahkan

grave

graved

graven, graved

memahat

grow

grew

grown

tumbuh, timbul

hear

heard

heard

mendengar

hide

hid

hidden, hid

bersembunyi, menyembunyikan

held

held

held

memegang, menahan

knit

knited, knit

knitted, knit

merajut

learn

learnt, learned

learnt, learned

mendengar, belajar

mislead

misled

misled

menyesatkan

Si Pelit

Seorang yang sangat pelit mengubur emasnya secara diam-diam di tempat yang dirahasiakannya di tamannya. Setiap hari dia pergi ke tempat dimana dia mengubur emasnya, menggalinya dan menghitungnya kembali satu-persatu untuk memastikan bahwa tidak ada emasnya yang hilang. Dia sangat sering melakukan hal itu sehingga seorang pencuri yang mengawasinya, dapat menebak apa yang disembunyikan oleh si Pelit itu dan suatu malam, dengan diam-diam pencuri itu menggali harta karun tersebut dan membawanya pergi.

Ketika si Pelit menyadari kehilangan hartanya, dia menjadi sangat sedih dan putus asa. Dia mengerang-erang sambil menarik-narik rambutnya.

Satu orang pengembara kebetulan lewat di tempat itu mendengarnya menangis dan bertanya apa saja yang terjadi.

"Emasku! oh.. emasku!" kata si Pelit, "seseorang telah merampok saya!"

"Emasmu! di dalam lubang itu? Mengapa kamu menyimpannya disana? Mengapa emas tersebut tidak kamu simpan di dalam rumah dimana kamu dapat dengan mudah mengambilnya saat kamu ingin membeli sesuatu?"

"Membeli sesuatu?" teriak si Pelit dengan marah. "Saya tidak akan membeli sesuatu dengan emas itu. Saya bahkan tidak pernah berpikir untuk berbelanja sesuatu dengan emas itu." teriaknya lagi dengan marah.

Pengembara itu kemudian mengambil sebuah batu besar dan melemparkannya ke dalam lubang harta karun yang telah kosong itu.

"Kalau begitu," katanya lagi, "tutup dan kuburkan batu itu, nilainya sama dengan hartamu yang telah hilang!"

Harta yang kita miliki sama nilainya dengan kegunaan harta tersebut.

Arti Persahabatan



Bagiku arti persahabatan adalah teman bermain dan bergembira. Aku juga sering berdebat saat berbeda pendapat. Anehnya, semakin besar perbedaan itu, aku semakin suka. Aku belajar banyak hal. Tapi ada suatu kisah yang membuat aku berpendapat berbeda tentang arti persahabatan. Saat itu, papa mamaku berlibur ke Bali dan aku sendirian menjaga rumah...

“Hahahahaha!” aku tertawa sambil membaca.


“Beni! Katanya mau cari referensi tugas kimia, malah baca komik. Ini aku menemukan buku dari rak sebelah, mau pinjam atau tidak? Kamu bawa kartu kan? Pokoknya besok kamis, semua tugas kelompok pasti selesai. Asal kita kerjakan malam ini. Yuhuuuu... setelah itu bebas tugas. PlayStation!” jelas Judi dengan nada nyaring.

Judi orang yang simpel, punya banyak akal, tapi banyak juga yang gagal, hehehe.. Dari kelas 1 SMA sampai sekarang duduk di kelas 2 - aku sering sekelompok, beda lagi kalau masalah bermain PlayStation – Judi jagoannya. Rasanya seperti dia sudah tau apa yang bakal terjadi di permainan itu. Tapi entah kenapa, sekalipun sebenarnya aku kurang suka main PlayStation, gara-gara Judi, aku jadi ikut-ikutan suka main game.

Sahabatku yang kedua adalah Bang Jon, nama sebenarnya Jonathan. Bang Jon pemberani, badannya besar karena sehari bisa makan lima sampai enam kali. Sebentar lagi dia pasti datang - nah, sudah kuduga dia datang kesini.

“Kamu gak malu pakai kacamata hitam itu?” Tanyaku pada Bang Jon yang baru masuk ke perpustakaan. Sudah empat hari ini dia sakit mata, tapi tadi pagi rasanya dia sudah sembuh. Tapi kacamata hitamnya masih dipakai. Aku heran, orang ini benar-benar kelewat pede. Aku semakin merasa unik dikelilingi dua sahabat yang over dosis pada berbagai hal.

Kami pulang bersama berjalan kaki, rumah kami dekat dengan sekolah, Bang Jon dan Judi juga teman satu komplek perumahan. Saat pulang dari sekolah terjadi sesuatu.

Kataku dalam hati sambil lihat dari kejauhan “( Eh, itu... )”.
“Aku sangat kenal dengan rumahku sendiri...” aku mulai ketakutan saat seseorang asing bermobil terlihat masuk rumahku diam-diam. Karena semakin ketakutannya, aku tidak berani pulang kerumah.
“Ohh iya itu!” Judi dan Bang Jon setuju dengan ku. Judi melihatku seksama, ia tahu kalau aku takut berkelahi. Aku melihat Judi seperti sedang berpikir tentangku dan merencanakan sesuatu.
“Oke, Beni – kamu pergi segera beritahu satpam sekarang, Aku dan Bang Jon akan pergoki mereka lewat depan dan teriak .. maling... pasti tetangga keluar semua” bisikan Judi terdengar membuatku semakin ketakutan tak berbentuk.

Karena semakin ketakutan, terasa seperti sesak sekali bernafas, tidak bisa terucapkan kata apapun dari mulut. “...Beni, ayo...satpam” Judi membisiku sekali lagi.

Aku segera lari ke pos satpam yang ada diujung jalan dekat gapura - tidak terpikirkan lagi dengan apa yang terjadi dengan dua sahabatku. Pak Satpam panik mendengar ceritaku – ia segera memberitahu petugas lainnya untuk segera datang menangkap maling dirumahku. Aku kembali kerumah dibonceng petugas dengan motornya. Sekitar 4 menit lamanya saat aku pergi ke pos satpam dan kembali ke rumahku.

“Ya Tuhan!” kaget sekali melihat seorang petugas satpam lain yang datang lebih awal dari pada aku saat itu sedang mengolesi tisu ke hidung Bang Jon yang berdarah. Terlihat juga tangan Judi yang luka seperti kena pukul. Satpam langsung menelpon polisi akibat kasus pencurian ini.

“Jangan kawatir... hehehe... Kita bertiga berhasil menggagalkan mereka. Tadi saat kami teriak maling! Ternyata tidak ada tetangga yang keluar rumah. Alhasil, maling itu terbirit-birit keluar dan berpas-pasan dengan ku. Ya akhirnya kena pukul deh... Judi juga kena serempet mobil mereka yang terburu-buru pergi” jawab Bang Jon dengan tenang dan pedenya.
Kemudian Judi membalas perkataan Bang Jon “Rumahmu aman - kita memergoki mereka saat awal-awal, jadi tidak sempat ambil barang rumahmu.”

Singkat cerita, aku mengobati mereka berdua. Mama Judi dan Ban Jon datang kerumahku dan kami menjelaskan apa yang tadi terjadi. Anehnya, peristiwa adanya maling ini seperti tidak pernah terjadi.
“Hahahahaha... “ Judi malah tertawa dan melanjutkan bercerita tentang tokoh kesayangannya saat main PlayStation. Sedangkan Bang Jon bercerita kalau dia masih sempat-sempatnya menyelamatkan kacamata hitamnya sesaat sebelum hidungnya kena pukul. Bagaimana caranya? aku juga kurang paham. Bang Jon kurang jelas saat bercerita pengalamannya itu.

“( Hahahahaha... )” Aku tertawa dalam hati karena mereka berdua memberikan pelajaran berarti bagiku. Aku tidak mungkin menangisi mereka, malu dong sama Bang Jon dan Judi. Tapi ada pelajaran yang kupetik dari dua sahabatku ini.

Arti persahabatan bukan cuma teman bermain dan bersenang-senang. Mereka lebih mengerti ketakutan dan kelemahan diriku. Judi dan Bang Jon adalah sahabat terbaikku. Pikirku, tidak ada orang rela mengorbankan nyawanya jika bukan untuk sahabatnya ( Judi dan Bang Jon salah satunya ).

SOFTWARE GRATIS


1. Control client lbh mudah pake ini Gan...

Langsung aja nih gan,...software wat ngontrol client. lbh enak pake ini gan. and fasilitasnya banyak banget gan. sebenernya nih software wat lab school. tapi kalo wat warnet ok juga. ane make ini gan.


link wat donlotnya

http://rapidshare.com/files/298575589/Ne...009258.rar
atau
http://www.mediafire.com/file/djwwzyzg2jb

2. Avira Premium

http://www.wupload.com/file/1001865221/Avira_10.2.0.148_Premium.rar

3. INSTAL WINDOWS XP SP2 DARI FLASHDISK


Berikut yang harus Anda persiapkan :
• CD Windows XP atau file image-nya (*.iso, *.nrg, dll) dalam HDD komputer anda.
• Flashdisk (minimal 1 GB)
• File usbbooting
Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

Langkah I yakni membuat flashdisk bootable dan dengan windows xp sp2 di dalamnya.

Langkah-langkahnya sbb:

1. Download usbbooting dan extract di c:\usbbooting sehingga semua isi file dari rar tersebut masuk ke folder c:\usbbooting

2. Masukkan flashdisk yang akan digunakan.

3. Jalankan file usb_prep8cmd yang terdapat dalam folder c:\usbbooting sehingga akan muncul “Press any key to continue” lalu tekan tombol sembarang.

4. Setelah tekan tombol tadi akan tampil windows PeToUSB. Lalu klik start untuk memformat flashdisk anda, setelah selesai format jangan dulu ditutup window-nya.

5. Pada desktop, klik Start, pilih Run, ketik cmd (lalu tekan Enter).ketik CD\ (lalu tekan Enter)

6. Lalu ketik CD usbbooting sehingga akan menjadi c:\usbbooting kemudian ketik bootsect.exe /nt52 G: (G adalah drive USB anda).

7. Setelah itu akan muncul tulisan “Bootcode was successfully updated on all targeted volumes.” kemudian Tutup Command Prompt yang ini (jangan yang usbprep8 ya!!)

8. Tutup juga windows PeToUSB.

9. Pada windows Command Prompt yang usbprep8, tepatnya ditulisan Enter your choice : Ketik angka 1 lalu tekan Enter. Silahkan browse ke drive CD Windows XP

10. Ketik angka 2 lalu tekan Enter. Masukkan huruf yang belum terpakai untuk nama drive, misalnya T

11. Ketik angka 3 lalu tekan Enter. Masukkan huruf tempat drive USB Flashdisk anda. misalnya G

12. Ketik angka 4 lalu tekan Enter. Mulai Proses copy ke USB Flashdisk.

13. Setelah itu akan ada pertanyaan apakah anda ingin mengformat drive T. Ketik y lalu tekan enter. Kalo udah tekan enter lagi untuk melanjutkan. Trus tekan enter lagi. Nanti akan muncul popup, klik saja Yes. Klik yes lagi kalo ada popup yang muncul. Klik yes untuk melakukan unmount virtual drive. OK. Proses selesai. Silahkan tutup windows Command prompt usbprep8.

Langkah II yakni mulai meng-install windows xp sp2 dengan menggunakan flashdisk yg sudah kita buat td.

Langkah-langkahnya sbb:

1. Nyalakan laptop, lalu tekan F2 untuk masuk BIOS. Setting boot dari USB-HDD menjadi Booting nomor 1.

2. Setelah itu colokkan USB anda…lalu booting…kemudian pilih 1. TEXT SETUP bla bla bla…

3. Setelah komputer restart, selanjutnya pilih yang GUI Mode (JANGAN yang TEXT MODE!!)

4. Kalau restart lagi, pilih lagi yang GUI MODE.

5. Nah, kalo instalasi XP udah selesai, jangan dulu cabut USB Flashdisknya!!! biarkan dulu masuk ke Windows XP.

6. Kalo udah masuk ke desktop XP, baru deh boleh cabut Flashdisknya.

7. Jangan lupa di “Safely Remove Hardware”.

8. Kalo XP-nya sudah running, jangan lupa masuk BIOS lagi dan kembalikan prioritas booting komputer anda, Hardisk (IDE-0) menjadi nomor 1.

 

Hari, Tanggal, Bulan dan Tahun